Jakarta – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang juga penanggung jawab aksi reuni 212, Yusuf Muhammad Martak menegaskan, bahwa pihaknya tak memasukkan nama Anies Baswedan dalam daftar undangan aksi tersebut.
“Anies Baswedan tidak usah, karena Anies kan tidak mungkin banyak doa, jadi tidak kita undang,” Yusuf Martak dalam konferensi pers di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Rabu (30/11).
Dia menuturkan bahwa pihak-pihak yang diundang dalam aksi tersebut hanya tokoh-tokoh ulama dan habaib.
Dia menegaskan bahwa pihaknya tak mengundang tokoh-tokoh yang berkaitan dengan politik, termasuk Anies Baswedan yang saat ini berstatus sebagai calon presiden yang akan diusung Partai Nasdem di Pilpres 2024 mendatang.
“Karena kita tidak mengundang orang-orang yang ada kaitannya dengan politik,” ujarnya.
Sebagai informasi, aksi reuni 212 di tahun ini akan berlangsung di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, pada Jumat (2/12) mendatang.
Acara tersebut akan dimulai pukul 02.00 WIB, yang dimulai dengan sholat tahajud, hingga pukul 09.00 WIB.
Panitia aksi mengklaim, isi acara murni munajat dan Indonesia bersholawat tanpa ada gerakan dan narasi politik praktis.
Aksi reuni 212 tersebut juga akan dijadikan sebagai ajang penggalangan dana untuk membantu korban gempa Cianjur.
Para jamaah yang akan hadir dalam acara tersebut juga diminta untuk tetap mengedepankan akhlaqul karimah, tertib, damai dan menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker.